Abramowitz juga menekankan bahwa meskipun ada kebutuhan akan reformasi dalam badan tersebut, tindakan ini akan menghambat dalam melaksanakan misi penting, terutama di tengah upaya negara-negara seperti Iran, Cina, dan Rusia yang menggelontorkan miliaran dolar untuk menyebarkan narasi palsu yang bertujuan mendiskreditkan Amerika Serikat.
Baca Juga : Trump Ancam Berlakukan Tarif Tinggi Untuk Produk Uni Eropa
VOA mulai mengudara pada tahun 1942 dan kini menjangkau 361 juta pemirsa di seluruh dunia dalam 49 bahasa dan beberapa wilayah dengan akses media yang terbatas. Sebelum langkah pemotongan ini, VOA memiliki sekitar 2.000 karyawan dan anggaran tahunan sebesar sekitar $260 juta.
Seorang jurnalis yang menerima pemberitahuan tersebut mengungkapkan bahwa, “Rakyat Amerika berhak tahu,” dan menilai ini sebagai contoh bagaimana Amerika Serikat semakin kehilangan pengaruh dalam aspek “kekuatan lunak” di hadapan Rusia dan Cina.
Salah satu jurnalis lainnya, yang tidak ingin disebutkan namanya, mengatakan bahwa ia selalu berusaha menjelaskan kebijakan Amerika dengan cara yang bisa dipahami oleh audiens internasional yang mungkin tidak mengerti bahasa Inggris.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
