Perang ini dimulai dengan serangan teroris Hamas pada 7 Oktober 2023 yang menewaskan sekitar 1.200 orang di Israel, sebagian besar warga sipil, dan menyandera sekitar 250 orang. Sejak itu, serangan militer Israel telah menewaskan lebih dari 48.000 warga Palestina, menurut pejabat kesehatan Gaza, meskipun mereka tidak membedakan antara warga sipil dan kombatan.
Menurut Israel, 32 dari 59 sandera yang masih ada di Gaza diperkirakan telah meninggal.
Kedua pihak telah menyetujui kesepakatan gencatan senjata tiga tahap pada Januari lalu, dengan pembicaraan tahap kedua yang direncanakan akan dimulai pada minggu pertama Februari. Pada Sabtu malam, warga Israel menggelar unjuk rasa untuk mendesak pemerintah mereka agar melanjutkan kesepakatan tersebut.
Hamas menegaskan kembali “komitmennya untuk melaksanakan semua ketentuan perjanjian di semua tahap dan rincian gencatan senjata” dan mendesak masyarakat internasional untuk menekan Israel agar segera melanjutkan ke tahap kedua.
Namun, tantangan lain muncul dalam upaya mempercepat gencatan senjata. Israel menyatakan bahwa Hamas tidak dapat terlibat dalam pemerintahan Gaza setelah perang, dan Netanyahu juga menutup kemungkinan bagi Otoritas Palestina yang didukung Barat, yang didominasi oleh Fatah, untuk memainkan peran di Gaza.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
