Seolah itu belum cukup sulit, kepala komunikasi WFP Leni Kenzli mengatakan, penangguhan bantuan luar negeri selama 90 hari oleh Presiden Trump dapat terbukti membawa bencana bagi Sudan.
“Saatnya untuk mencabut pendanaan bukanlah sekarang,” katanya. “Ini saatnya untuk meningkatkan pendanaan.”
Ketika ditanya apakah rakyat Sudan sanggup menunggu selama 90 hari, Kenzli berkata, “setiap penundaan berarti nyawa melayang.”
“Kami sangat khawatir bahwa saat kami akhirnya sampai di tempat-tempat tersebut pada skala yang kami perlukan, semuanya akan terlambat, dan kami akan menggali mayat alih-alih memberi mereka makan,” katanya.
Data menunjukan lebih dari 25 juta orang kelaparan di Sudan dan dari jumlah tersebut, 3,2 juta adalah anak-anak di bawah usia 5 tahun menderita kekurangan gizi akut.
Meskipun angka-angka yang mengerikan itu, konflik brutal di Sudan sering disebut sebagai “perang yang terlupakan.” Konflik ini terjadi di tengah-tengah konflik global lainnya, termasuk perang di Gaza dan Ukraina. (Red)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
