Presiden Prabowo, lanjutnya, juga meminta agar hambatan perizinan yang berbelit segera dihapus. Tujuannya adalah menciptakan ekosistem bisnis yang berdaya saing dan mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
“Presiden menekankan bahwa deregulasi harus mendukung daya saing sektor riil dengan menghilangkan birokrasi perizinan yang tidak perlu,” tegas Seskab Teddy.
Selain pembahasan dalam negeri, rapat juga menyoroti kemajuan positif dalam negosiasi tarif antara Indonesia dan Amerika Serikat. Pemerintah menilai hubungan dagang dengan AS memiliki nilai strategis yang tinggi dan harus dibangun atas dasar kesetaraan.
“Kedua negara sepakat mengedepankan win-win solution dalam perundingan tarif. Saat ini, tim negosiator sedang mendalami permintaan dan penawaran dari kedua pihak,” jelasnya.
Lebih jauh, Seskab Teddy mengungkapkan bahwa pemerintah Indonesia telah memperoleh dukungan kuat dari pejabat ekonomi AS, termasuk US Secretary of the Treasury Scott Bessent dan United States Trade Representative Jamieson Greer, terhadap langkah-langkah diplomasi ekonomi yang ditempuh Indonesia.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
