“Kita punya waktu dua atau tiga tahun untuk meningkatkan upaya kita, menimbun amunisi dan memproduksi senjata untuk memaksimalkan keamanan Eropa, bersiap-siap dan memastikan invasi tidak terjadi,” katanya.
“Semua itu perlu dilakukan agar tidak perlu terlibat perkelahian. Intinya adalah menciptakan pencegahan yang memastikan kita tidak diserang. Inilah intinya karena tidak ada di antara kita yang menginginkan perang,” tambahnya.
Presiden Polandia, yang negaranya berbatasan darat dengan Ukraina, telah mempelopori seruan untuk memasok senjata ke Kyiv sejak dimulainya invasi besar-besaran Rusia.
Polandia juga telah meningkatkan kemampuan militernya, meningkatkan belanja pertahanannya pada tahun 2023 hingga hampir 4% dari produk domestik bruto (PDB) – bahkan melebihi Amerika Serikat dalam hal persentase.
Dalam pertemuan dengan Presiden AS Joe Biden pekan lalu, Duda menyerukan NATO untuk menaikkan target belanja militer minimum menjadi 3% dari PDB untuk lebih memperkuat pertahanan aliansi tersebut.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
