Duda dan Tusk telah terlibat dalam perselisihan politik selama berbulan-bulan sejak Tusk kembali menjabat akhir tahun lalu setelah hampir satu dekade lengser.
Semenjak menjabat pada bulan Desember, Tusk, yang berhaluan tengah, telah memulai serangkaian reformasi pro-Uni Eropa dan pembersihan staf yang terkait dengan mantan partai nasionalis Hukum dan Keadilan (PiS), yang dituduh Brussels melemahkan supremasi hukum.
Hal ini memicu reaksi keras dari Duda, mantan anggota PiS yang diangkat ke jabatannya dengan dukungan partai dan telah menawarkan pengampunan presiden kepada anggota parlemen PiS yang dipenjara.
Namun, Duda mengatakan, dalam urusan keamanan Polandia, ia dan Tusk harus berbicara satu suara.
“Bagi saya jelas bahwa kita harus berbicara dengan satu suara dan aspirasi kita harus sama. Kami ingin Polandia seaman mungkin,” katanya.
Di Polandia, perdana menteri bertanggung jawab atas pengambilan keputusan pemerintah, sedangkan presiden adalah kepala negara dan wakil tertinggi Polandia di dunia internasional.(Red)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
