Kini, Yared Bibas berharap Presiden Trump dapat turun tangan untuk membantu menghentikan perang. “Saya di sini karena Trump. Hanya dia yang bisa menghentikan perang ini” katanya.
Selain Yared Bibas, ada juga Keith Siegel, seorang warga Israel-Amerika yang dibebaskan pada Januari 2025. Keith Siegel dan istrinya, Aviva, disandera oleh Hamas dan ditahan di dalam terowongan selama lebih dari 50 hari. Selama masa penahanan, mereka mengalami penyiksaan dan perlakuan buruk, termasuk serangan seksual terhadap sandera wanita lainnya. Siegel mengungkapkan betapa mengerikan pengalaman tersebut, dengan kondisi fisik yang memburuk dan dipaksa menahan rasa lapar dan dahaga.
Meski sudah dibebaskan, Aviva Siegel mengkhawatirkan nasib dua tetangganya, saudara kembar Gali dan Zivi Berman, yang masih ditahan di Gaza. “Perlu ada kesepakatan yang bisa membawa mereka kembali dan menyelesaikan semua ini,” katanya.
Hingga kini, diperkirakan ada sekitar 24 sandera yang masih hidup dan ditahan di Gaza. Salah satunya adalah Tal Shoham, yang baru-baru ini bertemu orang tua Guy Gilboa-Dalal dan Evyatar David, dua sandera yang ditahan sejak serangan di Festival Musik Nova.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
