Serangan Rudal Rusia di Sumy Tewaskan Puluhan Warga Sipil Saat Perayaan Minggu Palma

rudal
Pusat kota setelah serangan rudal Rusia yang menewaskan sedikitnya 34 warga sipil di Sumy, Ukraina, Minggu, 13 April 2025. (Foto AP)
Pusat kota setelah serangan rudal Rusia yang menewaskan sedikitnya 34 warga sipil di Sumy, Ukraina, Minggu, 13 April 2025.
(Foto AP)

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, dalam Forum Diplomasi Antalya, mengklaim bahwa Ukraina telah melancarkan serangan harian sejak awal gencatan terbatas, dan menyatakan akan menyerahkan bukti serangan tersebut kepada pihak internasional. Ia menyebut Moskow telah mencatat serangan oleh Kyiv selama tiga pekan terakhir untuk dilaporkan ke AS, Turki, dan lembaga global lainnya.

Menanggapi tuduhan tersebut, Wakil Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha, membantah keras dan menyatakan bahwa sejak disepakatinya jeda terbatas, Rusia justru telah meluncurkan hampir 70 rudal, lebih dari 2.200 drone bermuatan bahan peledak, serta lebih dari 6.000 bom berpemandu ke wilayah Ukraina. “Sebagian besar diarahkan ke wilayah sipil,” ujarnya.

Konflik antara Rusia dan Ukraina telah memasuki tahun ketiga tanpa tanda-tanda penyelesaian jangka pendek, sementara korban sipil terus bertambah akibat intensitas serangan yang meningkat dari kedua belah pihak. (Red)

  • Bagikan
Exit mobile version