Menurut hukum Swiss tahun 1963, semua penduduk negara itu, termasuk pengungsi dan pekerja asing, dijamin mendapat tempat di bunker untuk melindungi mereka dari bom dan radiasi nuklir.
“Umumnya, jika Anda tinggal di Swiss, Anda tahu di mana tempat berlindung Anda, Anda tahu di mana tempat berlindung tetangga Anda, jadi semua orang memiliki bunker,” kata Herzog.
Beberapa bunker tersebut milik jaringan publik, tetapi banyak yang bersifat pribadi dan dibangun di bawah rumah-rumah penduduk.
“Selama beberapa dekade sejak tahun 60-an setelah diwajibkan membangun bunker, tempat-tempat ini kemudian beralih fungsi atau bahkan di tinggalkan,” kata Herzog.
“Orang-orang menggunakannya sebagai gudang anggur. Orang-orang menggunakannya sebagai bengkel pertukangan kayu. Orang-orang menggunakannya sebagai tempat penyimpanan hiasan Natal.” ungkapnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
