Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, dalam pernyataan pada hari yang sama, menyebutkan bahwa langkah balasan Uni Eropa bernilai 26 miliar euro ($28 miliar). Tarif tersebut, yang akan mulai berlaku pada 1 April, akan dikenakan pada berbagai produk AS, termasuk daging sapi, unggas, bourbon, celana jins, dan selai kacang.
“Kami sangat menyesal dengan keputusan ini,” ujar von der Leyen. “Tarif adalah pajak. Tarif merugikan bisnis, lebih buruk lagi bagi konsumen. Tarif mengganggu rantai pasokan, menciptakan ketidakpastian ekonomi, dan berpotensi merusak lapangan kerja serta menyebabkan kenaikan harga.”
Pada tahun 2024, AS mengekspor anggur dan produk terkait senilai $1,2 miliar, termasuk $167 juta ke Uni Eropa, menurut data Departemen Pertanian AS. AS adalah pasar terbesar untuk anggur, yang menghasilkan hampir $4,9 miliar pada tahun 2023. Prancis dan Italia merupakan negara utama pemasok anggur dan sampanye ke AS.
Baca Juga : Taoiseach Irlandia Berharap Dialog Bisa Redakan Konflik Perdagangan AS dan Eropa
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
