Turki Tangkap 1.100 Demonstran Termasuk 10 Jurnalis

tangkap
Petugas polisi menahan seorang demonstran selama protes pada hari Wali Kota Istanbul Ekrem Imamoglu dipenjara sebagai bagian dari penyelidikan korupsi, di Ankara, Turki, 23 Maret 2025.

Reaksi dari Pemerintahan Erdogan dan Protes Damai

Pejabat pemerintah Erdogan menepis tuduhan bahwa penangkapan Imamoglu memiliki motif politik. Menteri Kehakiman Yilmaz Tunc menegaskan pentingnya “independensi peradilan” di Turki. Meskipun begitu, seruan Imamoglu untuk protes damai didukung oleh banyak mahasiswa dan kaum muda, yang membawa bendera dan spanduk yang mengkritik pemerintah.

Seorang perawat berusia 26 tahun yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan bahwa ia bergabung dengan protes untuk “menuntut masa depan” dan memandang penahanan Imamoglu sebagai “tanda untuk bangun”. “Kami tidak takut lagi,” ujarnya meskipun ia khawatir dengan potensi gas air mata yang bisa memengaruhi kondisinya yang memiliki asma.

Beberapa peserta protes lainnya, termasuk seorang pensiunan, menegaskan bahwa mereka berunjuk rasa bukan hanya untuk mendukung Imamoglu, tetapi untuk memperjuangkan hak mereka sendiri dan memperbaiki situasi ekonomi yang semakin sulit.

Meskipun Imamoglu ditahan, pemilihan internal CHP untuk calon presiden tetap berjalan, dan wali kota tersebut mendapat lebih dari 13 juta suara dalam sebuah pemungutan suara simbolis yang diadakan di seluruh Turki sebagai bentuk protes terhadap pemerintah.

  • Bagikan
Exit mobile version