SN – Ukraina meningkatkan kekuatan pasukannya yang terlibat dalam pertempuran di wilayah Kursk, Rusia, yang sebelumnya sempat dikuasai pasukan Moskow, menurut pernyataan Panglima Tertinggi Ukraina, Oleksandr Syrsky, pada Senin (10/03/2025).
Langkah ini diambil menjelang perundingan antara pejabat Ukraina dan AS yang dijadwalkan berlangsung di Arab Saudi, dengan Presiden Trump yang mendorong agar gencatan senjata segera tercapai dalam konflik yang telah berlangsung selama tiga tahun.
Pada bulan Agustus, tentara Ukraina melancarkan serangan berani ke wilayah Kursk, yang mengejutkan bahkan sekutu Barat mereka, sekaligus memberikan pukulan memalukan bagi Kremlin. Ukraina berharap dengan menguasai wilayah tersebut, mereka dapat memperoleh keuntungan dalam pembicaraan yang akan datang dengan Moskow. Namun, baru-baru ini Ukraina kehilangan sebagian besar wilayah yang sebelumnya mereka kuasai di Kursk, termasuk dua pertiga wilayah tersebut yang jatuh ke tangan Rusia bulan lalu.
Syrsky menyatakan dalam unggahan di media sosial pada Senin, “Saya telah memutuskan untuk memperkuat kelompok pasukan kami dengan menambah kekuatan dan peralatan yang dibutuhkan, termasuk dalam hal peperangan elektronik dan komponen tak berawak.”
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
