Trump menambahkan bahwa Grenell “bertemu dengan banyak orang yang berbeda, tetapi kami mewakili rakyat Venezuela.”
Beberapa anggota Partai Republik mengkritik kunjungan tersebut.
“Ini waktu yang buruk,” kata Elliott Abrams, yang menjabat sebagai utusan khusus untuk Venezuela dan Iran selama pemerintahan Trump pertama. “Pertemuan dengan Maduro akan digunakannya untuk melegitimasi kekuasaannya dan menunjukkan bahwa Amerika mengakuinya sebagai presiden. Jika tujuannya adalah untuk menyampaikan pesan yang keras tentang masalah migrasi, presiden bisa saja melakukannya sendiri. Tidak perlu mengirim seseorang ke Caracas.”
Perselisihan mengenai hasil pemilu memicu protes di seluruh negeri. Lebih dari 2.200 orang ditangkap selama dan setelah demonstrasi.
Di antara mereka yang ditahan terdapat sebanyak 10 warga Amerika yang oleh pemerintah dikaitkan dengan dugaan rencana untuk mengacaukan negara. Baik Gedung Putih maupun pemerintah Maduro tidak segera merilis nama keenam orang yang dibebaskan pada hari Jumat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
