Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan bahwa infeksi hantavirus umumnya berasal dari paparan lingkungan, terutama melalui urin atau kotoran hewan pengerat yang terinfeksi. Meski tergolong jarang, penularan antar manusia bisa terjadi dan berpotensi menyebabkan gangguan pernapasan serius.
Hingga saat ini, satu kasus telah dipastikan melalui uji laboratorium, sementara lima kasus lainnya masih dalam kategori dugaan. Dari total enam orang yang terdampak, tiga di antaranya meninggal dunia dan satu pasien masih menjalani perawatan intensif di Afrika Selatan.
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyampaikan bahwa pihaknya tengah berkoordinasi dengan operator kapal serta negara-negara terkait untuk menangani situasi tersebut. WHO juga membantu proses evakuasi medis bagi penumpang yang menunjukkan gejala, sekaligus melakukan penilaian risiko secara menyeluruh.
Upaya lanjutan termasuk pembahasan terkait kemungkinan isolasi bagi dua penumpang lain yang sakit di rumah sakit Cape Verde. Sebelumnya, kapal tersebut direncanakan melanjutkan perjalanan menuju Kepulauan Canary di Spanyol.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
