Di sisi lain, konsumsi makanan tidak sehat, seperti minuman manis (52%) dan makanan instan (11%), justru meningkat. “Ini memicu risiko gizi kurang, obesitas, dan berbagai penyakit degeneratif,” tambah dr. Endang.
Langkah Pemerintah dan Imbauan Kemenkes
Untuk mengatasi masalah ini, Presiden Prabowo Subianto telah membentuk Badan Gizi Nasional (BGN), yang bertugas memastikan pemenuhan gizi secara optimal di seluruh Indonesia. Salah satu fokus utamanya adalah menekan angka stunting dan memperbaiki pola makan masyarakat melalui kampanye gizi seimbang.
Kemenkes juga mengimbau masyarakat untuk mengurangi konsumsi rokok dan makanan tinggi gula, garam, serta lemak. Sebagai gantinya, masyarakat dianjurkan memilih makanan bergizi seperti protein hewani, sayur, dan buah untuk mendukung tumbuh kembang generasi muda.
“Peningkatan kualitas gizi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat. Konsumsi makanan bergizi seimbang sangat penting untuk menciptakan SDM unggul di masa depan,” tegas dr. Endang.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
