Ia berharap para guru dan orang tua dapat menjadi pionir di masyarakat dalam menyebarkan informasi dan edukasi tentang bahaya stunting serta cara pencegahannya. “Guru adalah penggerak, dan orang tua bisa menjadi agen perubahan di lingkungannya. Dengan demikian, upaya kita dalam menanggulangi stunting akan lebih efektif,” tambahnya.
Kepala Sekolah SD Inpres Bertingkat Oeba 5, Yosefina Abu Lesu, S.Pd., menyambut baik arahan tersebut dan berencana mengadakan sosialisasi penguatan parenting sebagai bagian dari intervensi pencegahan stunting di sekolah dasar. “Ini juga mencakup penguatan pola asuh orang tua agar kebutuhan gizi dan pendidikan anak sesuai dengan standar yang diperlukan,” ujarnya.
Kunjungan berlanjut ke UPTD SD Inpres Oeba 4, di mana Linus Lusi dan rombongan disambut oleh Kepala Sekolah Paulina Soares bersama para guru. Linus melakukan monitoring langsung terhadap fasilitas sekolah, termasuk ruang kelas, kantin, toilet, dan ruang kepala sekolah.
“Beberapa sekolah yang sudah tua dan memerlukan perbaikan akan kami usulkan untuk diperbaiki,” ungkap Linus setelah meninjau fasilitas sekolah.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
