BNPB: Mitigasi Bencana Kegagalan Teknologi Industri Butuh Perubahan Paradigma dan Dokumen Darurat yang Taktis di Lapangan
KOTA CILEGON, SNC – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan bahwa penguatan kesiapsiagaan menghadapi bencana kegagalan teknologi industri memerlukan pergeseran paradigma mendasar serta dokumen rencana kedaruratan yang ringkas dan taktis. Penegasan ini disampaikan Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D., saat menjadi pemateri utama dalam Seminar Nasional Kesiapsiagaan Bencana Kegagalan Teknologi Industri di Kota Cilegon, Banten, pada Selasa, 13 Oktober 2026, yang menjadi bagian dari rangkaian Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Tahun 2026.
Dalam paparannya, Abdul Muhari menyoroti pentingnya meluruskan cara pandang terhadap pemicu krisis di tingkat global. Menurutnya, paradigma kebencanaan dunia kini memandang bahwa fenomena alam murni bertindak sebagai sumber ancaman (natural hazard), sementara status bencana baru akan terwujud tatkala elemen kelalaian atau faktor manusia turut berkontribusi di dalamnya. Oleh karena itu, murni atau tidaknya dampak yang timbul sangat bergantung pada bagaimana manusia mengantisipasi potensi bahaya tersebut.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








