“Penghargaan ini merupakan pengakuan bahwa Kementerian ATR/BPN memberikan kontribusi yang nyata untuk pengembangan panas bumi di Indonesia,” kata Deni.
Mengapa Pertanahan Penting?
Proyek geotermal membutuhkan lahan untuk berbagai fasilitas pendukung. Persoalan menjadi lebih kompleks ketika tanah yang dibutuhkan berkaitan dengan kepemilikan masyarakat atau kawasan yang memiliki status hukum tertentu.
Dalam kondisi seperti itu, pembangunan tidak cukup hanya dengan menentukan lokasi proyek.
Pemerintah perlu memastikan proses pengadaan tanah berlangsung sesuai ketentuan, hak atas tanah memiliki kepastian, serta persoalan pertanahan yang muncul dapat diselesaikan.
Deni menjelaskan bahwa sebagian proyek pengembangan geotermal masuk dalam kategori Proyek Strategis Nasional dan berkaitan dengan kepentingan umum.
“Proyek-proyek pengembangan geotermal itu ada yang masuk sebagai PSN dan kategorinya untuk kepentingan umum,” ujarnya.
Kondisi tersebut membuat peran ATR/BPN menjadi penting sejak tahap awal.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








