Melalui kegiatan produksi es krim, siswa berpotensi mempelajari tahapan pembuatan produk, kebersihan dan keamanan pangan, penghitungan kebutuhan bahan baku, pengemasan, penentuan harga, hingga pemasaran.
Mereka juga dapat diperkenalkan pada pencatatan biaya produksi, pengelolaan pendapatan, pembagian tugas, dan evaluasi kualitas produk.
Pembelajaran semacam ini memberi pengalaman yang berbeda dari pelajaran yang sepenuhnya berbasis teori. Siswa dapat melihat hubungan antara pengetahuan, keterampilan, proses produksi, dan nilai ekonomi sebuah barang.
Sebagai contoh, ketika mempelajari usaha es krim, siswa dapat menghitung berapa biaya yang dibutuhkan untuk menghasilkan sejumlah produk, berapa harga jual yang layak, serta bagaimana menjaga mutu agar konsumen memperoleh produk yang aman dan berkualitas.
Dari proses sederhana itu, mereka dapat mengenal dasar-dasar kewirausahaan, termasuk pentingnya perencanaan, disiplin, kreativitas, dan tanggung jawab.
Tentu, penggunaan mesin tersebut sebagai sarana pembelajaran tidak otomatis menjadikan kegiatan sekolah sebagai usaha komersial. Pelaksanaannya perlu disesuaikan dengan tujuan pendidikan, kemampuan pengelola, standar keamanan pangan, dan ketentuan yang berlaku.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
