Program CABI berfokus pada praktik biosekuriti yang praktis dan terjangkau, misalnya pengelolaan masuknya orang dan kendaraan ke kandang, pengelolaan pakan dan limbah, serta cara deteksi dini tanda-tanda penyakit pada ternak.
Pelatihan di Desa Oefafi mengombinasikan sesi teknis dan demonstrasi lapangan sehingga peternak skala mikro-kecil dapat langsung mengaplikasikan langkah-langkah pencegahan yang sesuai konteks lokal. Ini sejalan dengan pendekatan komunitas yang menjadi ciri program CABI di wilayah pilot sebelumnya.
Latar belakang program ini penting: ASF telah menyebabkan kerugian besar bagi peternak kecil di Indonesia “termasuk provinsi-provinsi timur seperti NTT” di mana puluhan hingga ratusan ribu ekor babi sempat terdampak pada puncak wabah beberapa tahun lalu.
Dampak ekonomi dan sosialnya terasa nyata karena babi merupakan sumber pendapatan, tabungan keluarga, serta bagian dari ritual dan budaya lokal. Upaya pencegahan biosekuriti menjadi solusi krusial karena sampai saat ini belum ada vaksin komersial yang sepenuhnya mengatasi ASF.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









