Dari delapan terminal yang berada di wilayah NTT, tujuh terminal disebut dapat beroperasi normal. Sementara **Fuel Terminal Reo** masih menjalani pengecekan sarana dan prasarana sebelum kembali beroperasi penuh.
Untuk menjaga pasokan tetap tersedia, Pertamina menerapkan skema alih suplai melalui jalur alternatif.
Salah satunya dengan mengirim mobil tangki dari Bima, Nusa Tenggara Barat, melalui Pelabuhan Sape menuju Labuan Bajo. Armada tersebut membawa BBM sekaligus Avtur untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat dan penerbangan.
Strategi tersebut menjadi penting mengingat beberapa akses darat di Flores masih menghadapi risiko gangguan akibat gempa susulan maupun aktivitas vulkanik.
Untuk LPG, Pertamina menyatakan kondisi pasokan di Flores masih mencukupi.
Setiap agen LPG memiliki stok antara 300 hingga 1.000 tabung. Dengan seluruh agen kembali beroperasi, masyarakat diharapkan tetap memperoleh akses terhadap energi untuk kebutuhan rumah tangga maupun aktivitas di lokasi pengungsian.
Ketersediaan LPG menjadi bagian penting dalam situasi bencana karena sebagian warga masih bertahan di pos-pos pengungsian dan membutuhkan bahan bakar untuk menyiapkan makanan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








