Pertamina juga menyiapkan sistem distribusi berlapis dengan mengandalkan empat terminal utama di Flores, yakni Fuel Terminal Reo, Fuel Terminal Larantuka, Fuel Terminal Ende, dan Fuel Terminal Maumere.
Keempat terminal tersebut dirancang untuk saling mendukung apabila salah satu jalur distribusi mengalami gangguan.
“Ini saling meng-backup untuk memitigasi jalur distribusi yang terputus akibat dampak gempa susulan dan juga letusan gunung,” ujar Ahad.
Pola distribusi tersebut menjadi penting karena kondisi geografis Flores membuat kelancaran pasokan energi sangat bergantung pada konektivitas jalur darat dan laut.
Selain kebutuhan masyarakat, Pertamina juga memastikan kebutuhan energi untuk sektor strategis tetap terpenuhi.
Kebutuhan bahan bakar untuk pembangkit listrik disebut tidak mengalami kendala karena Pertamina telah menyiapkan rute alternatif.
Hal serupa dilakukan untuk kebutuhan Avtur di Bandara Komodo, Labuan Bajo. Pengiriman pasokan melalui jalur Bima-Sape menjadi salah satu langkah antisipasi untuk memastikan operasional penerbangan tetap mendapat dukungan bahan bakar.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








