Dengan demikian, pemulihan energi tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan BBM di SPBU, tetapi juga menopang sistem kelistrikan, transportasi, distribusi bantuan, serta mobilitas masyarakat terdampak.
Di luar fungsi pelayanan energi, Pertamina juga ikut dalam respons kemanusiaan.
Hingga 21 Agustus 2026, bantuan telah disalurkan ke 12 titik posko di sejumlah wilayah, antara lain Mbay, Reo, Waetuo, Maumere, dan Kepulauan Palue.
Pertamina juga memberikan dukungan energi bagi masyarakat di Palue yang berada di wilayah kepulauan.
Langkah tersebut dilakukan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar selama proses penanganan dan pemulihan pascagempa berlangsung.
Kepastian pasokan BBM dan LPG menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga roda penanganan bencana tetap bergerak.
BBM dibutuhkan untuk kendaraan evakuasi, ambulans, mobil tangki, alat berat, kendaraan distribusi logistik, hingga operasional fasilitas pelayanan publik. Sementara LPG dibutuhkan masyarakat untuk memasak di tengah kondisi pengungsian.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








