Melalui rangkaian peringatan Bulan PRB, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai inisiator bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan bahwa investasi terbaik dalam penanggulangan bencana adalah membangun kesiapsiagaan sejak dini. Lewat momentum ini, Mojokerto tidak hanya menjadi tuan rumah, tetapi juga simbol semangat gotong royong Indonesia dalam menghadapi bencana.
Surya Majapahit Bersinar di Langit Trowulan
Kabupaten Mojokerto yang dipilih sebagai tuan rumah puncak peringatan Bulan PRB tahun ini bukan secara kebetulan, melainkan sarat akan makna. Mewakili provinsi tuan rumah, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak sempat menyinggung tentang “Surya Majapahit” yang dapat dimaknai sebagai simbol kejayaan masa lalu yang terpahat dalam sejarah Mojokerto sebagai Bumi Majapahit.
Surya yang bersinar dengan delapan sinarnya itu menjadi lambang arah kekuatan. Sama halnya dengan masyarakat hari ini. Sinar itu dimaknai sebagai arah ketanguhan, kesiapan, kepedulian, gotong royong, pegetahuan, inovasi, kearifan lokal, keberanian dan harapan. Delapan cahaya itu menuntun bangsa agar tetap berdiri kokoh di tengah ancaman bencana.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
