Dengan demikian, kejuaraan ini berpeluang menjadi pertemuan antara olahraga, budaya, pariwisata, dan ekonomi masyarakat.
Membangun Warisan Prestasi, Bukan Sekadar Keramaian
Bagi PBVSI NTT, keberhasilan BMMC II tidak semestinya hanya diukur dari jumlah penonton atau kemeriahan pembukaan dan penutupan.
Hal yang lebih penting adalah sejauh mana kejuaraan tersebut memberikan dampak terhadap kualitas atlet, peningkatan kapasitas pelatih dan wasit, serta keberlanjutan kompetisi di daerah.
“Kita ingin PON 2028 meninggalkan warisan prestasi, bukan sekadar warisan gedung. Karena itu, investasi terbesar kita harus dimulai dari manusia: atlet yang dibina, pelatih yang ditingkatkan kapasitasnya, wasit yang dipersiapkan, dan kompetisi yang terus hidup,” kata Winston.
Ia mengajak seluruh Pengkab dan Pengkot PBVSI, pemerintah daerah, sekolah, komunitas olahraga, dunia usaha, media, serta masyarakat untuk mendukung penyelenggaraan BMMC II.
Dari GOR Nekmese, Soe diharapkan tidak hanya menjadi tempat perebutan gelar juara, tetapi juga menjadi ruang tumbuhnya talenta-talenta baru bola voli NTT.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
