Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Antara Kesejahteraan dan Godaan Jual Lahan: Dilema Petani di Tengah Hasil Melimpah

Kontributor : YB Editor: Redaksi
antara-kesejahteraan-dan-godaan-jual-lahan-dilema-petani-di-tengah-hasil-melimpah
Bupati Kupang, Yosef Lede, melaksanakan panen raya sekaligus menyerahkan bantuan benih jagung kepada Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Lestari di persawahan Noelsinas, Desa Tunfeu, Kecamatan Nekamese, pada Selasa (05/05/2026) pagi.

Kesejahteraan petani tidak bisa dibangun hanya dari peningkatan hasil panen. Ia membutuhkan ekosistem yang mendukung—mulai dari kebijakan, infrastruktur, hingga akses terhadap pembiayaan dan pasar.

Jika tidak, maka peningkatan produktivitas hanya akan menjadi cerita sukses sesaat, yang pada akhirnya berujung pada kehilangan aset paling mendasar: lahan itu sendiri.

Dilema antara kesejahteraan dan godaan menjual lahan adalah realitas yang tidak bisa diabaikan. Di tengah capaian produktivitas yang meningkat, tantangan terbesar justru terletak pada kemampuan menjaga keberlanjutan.

Panen melimpah seharusnya menjadi titik awal, bukan titik akhir. Ia harus diterjemahkan menjadi kekuatan untuk membangun sistem pertanian yang tangguh, mandiri, dan berkelanjutan.
Sebab pada akhirnya, masa depan pertanian—dan juga ketahanan pangan—tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak yang dihasilkan hari ini, tetapi oleh seberapa kuat kita menjaga lahan untuk hari esok.

Baca Juga :  Mengukur Kadar Kepemimpinan: TNI vs Politisi untuk Kursi Gubernur NTT
  • Bagikan