Sebagai guru, saya tidak boleh membiarkan kondisi tersebut berlangsung terus-menerus. Permasalahan ini mendorong saya untuk melakukan refleksi terhadap praktik pembelajaran yang selama ini saya terapkan. Saya menyadari bahwa pembelajaran yang menyenangkan dan berdampak harus mampu melibatkan peserta didik secara aktif. Salah satu pendekatan yang relevan adalah pembelajaran bermakna (meaningful learning), yaitu pembelajaran yang menghubungkan pengetahuan baru dengan pengalaman yang telah dimiliki peserta didik. Menurut David Ausubel, pembelajaran akan menjadi lebih bermakna ketika peserta didik terlibat aktif dalam membangun pemahamannya sendiri, bukan sekadar menerima informasi secara pasif.
Di era digital saat ini, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran menjadi salah satu strategi yang dapat membantu menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik. Sebagai guru Sosiologi, saya memandang bahwa pembelajaran tentang masyarakat dan interaksi sosial seharusnya berlangsung secara interaktif pula. Sungguh ironis apabila ilmu yang mempelajari interaksi manusia justru diajarkan melalui metode yang minim interaksi. Dari pemikiran tersebut, saya mulai mencari alternatif media pembelajaran yang mampu mendorong keterlibatan peserta didik secara lebih aktif.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
