Sebagai guru, saya percaya bahwa salah satu cara paling nyata untuk mengisi kemerdekaan adalah melalui pendidikan dan literasi.
Sebab, bangsa yang merdeka bukan hanya bangsa yang bebas dari penjajahan, tetapi bangsa yang mampu berpikir merdeka. Bangsa yang mampu membaca keadaan, mempertanyakan informasi, membedakan fakta dan kebohongan, menyampaikan gagasan, serta mengambil keputusan berdasarkan pengetahuan. Perjuangan itu saya temukan setiap hari di ruang kelas.
Ketika seorang anak yang awalnya enggan membaca mulai membuka buku, di sana ada kemerdekaan yang sedang tumbuh.
Ketika seorang anak yang sebelumnya takut menulis mulai berani menuangkan pikirannya ke dalam beberapa kalimat, di sana ada keberanian yang sedang lahir.
Ketika seorang murid mulai berani bertanya, menyampaikan pendapat, bahkan berbeda pandangan dengan gurunya secara santun, di sana saya melihat wajah lain dari kemerdekaan.
Karena itu, literasi tidak boleh dipahami hanya sebagai kemampuan membaca dan menulis. Literasi adalah kemampuan untuk memahami kehidupan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








