Ketika Ibu Tak Ada, Siapa yang Mengajarkan Anak Bahwa Dunia Masih Aman?

Kontributor : Sami Liunokas Editor: Redaksi
Screenshot 2026 10 07 09 46 33 04

Kasih sayang pun tidak selalu membutuhkan sesuatu yang mahal. Pelukan, mendengarkan cerita, menemani belajar, memberikan pujian yang tulus, atau duduk di samping anak ketika ia sedang sedih dapat menjadi pesan sederhana bahwa ia tidak sendirian.

Pada titik ini, pendidikan tidak boleh hanya berbicara tentang nilai dan prestasi. Kita perlu bertanya lebih jauh: anak seperti apa yang sedang kita bentuk melalui sekolah? Sebab anak yang terluka tetap membutuhkan pendidikan. Tetapi sebelum ia mampu menerima banyak pelajaran, ia perlu merasa aman. Sebelum ia mampu mengejar prestasi, ia perlu tahu bahwa dirinya berharga.

Kita mungkin tidak mampu mengembalikan sosok ibu yang telah pergi. Kita juga tidak selalu mampu menghapus luka yang pernah dialami seorang anak. Namun kita masih bisa melakukan sesuatu: hadir, mendengarkan, berhenti menghakimi, dan menciptakan sekolah yang lebih ramah bagi anak-anak yang sedang berjuang dengan luka yang tidak terlihat.

Sebab tidak semua anak datang ke sekolah hanya membawa buku dan tugas. Ada yang datang membawa kehilangan. Dan mungkin, bagi seorang anak yang kehilangan sosok ibu, sekolah adalah salah satu tempat yang dapat mengajarkannya kembali sebuah keyakinan sederhana:

  • Bagikan
Exit mobile version