Selain itu, setiap peserta didik memiliki kecepatan belajar yang berbeda. Menyamaratakan kemampuan seluruh peserta didik justru berpotensi membuat mereka yang tertinggal semakin kehilangan motivasi. Sebaliknya, ketika guru mampu memahami kebutuhan belajar setiap peserta didik dan memberikan ruang untuk berkembang sesuai potensinya, proses pembelajaran akan menjadi lebih bermakna.
Pada akhirnya, tugas guru bukan hanya mengajarkan angka, rumus, atau teori. Lebih dari itu, guru bertugas menumbuhkan keberanian, rasa percaya diri, dan keyakinan bahwa setiap peserta didik mampu belajar. Ketika rasa takut berhasil diubah menjadi rasa ingin tahu, maka matematika tidak lagi menjadi momok yang menakutkan, melainkan sahabat yang membantu peserta didik berpikir lebih kritis, logis, dan kreatif dalam menghadapi tantangan kehidupan.*
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
