Setelah melakukan pengamatan selama beberapa minggu, saya menemukan sedikitnya tiga permasalahan utama. Pertama, konsep Fisika dianggap terlalu abstrak dan minim keterkaitan dengan kehidupan nyata. Saat membahas materi Gerak Lurus, misalnya, banyak peserta didik mampu menghafal rumus tetapi kesulitan membedakan antara konsep jarak dan perpindahan dalam situasi sehari-hari.
Kedua, muncul ketakutan terhadap matematika. Ketika peserta didik mulai berhadapan dengan persamaan Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB), sebagian langsung kehilangan kepercayaan diri sebelum mencoba menyelesaikan soal. Mereka menganggap setiap rumus Fisika pasti sulit, padahal sebagian besar hanya membutuhkan kemampuan dasar matematika.
Ketiga, keterbatasan sarana praktikum. Jumlah alat laboratorium yang terbatas membuat peserta didik lebih sering menjadi penonton daripada pelaku dalam kegiatan eksperimen. Pembelajaran akhirnya didominasi penjelasan guru, sementara kesempatan mengalami langsung konsep Fisika masih sangat minim.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
