Menembus Dinding Individualisme: Peran Bimbingan Konseling Menyalakan Empati Siswa
Oleh: Yusta Tabun, S.Pd. (Guru BK SMP Negeri Tumu – TTS)
SNC – Sekolah bukan hanya tempat siswa belajar membaca, menulis, atau menghitung. Sekolah juga tempat anak-anak belajar menjadi manusia yang peduli, saling menghargai, dan bisa hidup bersama orang lain. Tapi sekarang, tantangan di sekolah bukan cuma soal fasilitas yang kurang. Ada hal lain yang mulai terasa, yaitu semakin berkurangnya rasa peduli antar siswa.
Di SMP Negeri Tumu, Kabupaten Timor Tengah Selatan, gejala ini mulai terlihat. Beberapa siswa lebih memilih sibuk dengan diri sendiri. Mereka kurang memperhatikan teman yang sedang kesulitan, baik dalam pelajaran maupun dalam kondisi hidupnya. Siswa yang lebih mampu secara akademik atau punya fasilitas lebih sering berjalan sendiri, sementara yang tertinggal makin merasa sendirian.
Dari sisi Bimbingan Konseling (BK), keadaan ini sangat memprihatinkan. Ketika siswa merasa tidak diperhatikan, mereka bisa menjadi minder, menarik diri dari pergaulan, bahkan kehilangan semangat belajar. Sekolah yang seharusnya jadi tempat yang aman dan menyenangkan, bisa terasa seperti tempat persaingan yang membuat anak-anak tertekan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
