Penyelenggaraan lomba rekreatif-edukatif ini turut memberikan multiplier effect terhadap sektor pariwisata dan ekonomi lokal. Pantai Abudenok, yang memiliki daya tarik alam yang eksotis, semakin kuat posisinya sebagai ruang publik yang mampu menampung berbagai kegiatan berbasis komunitas.
Kehadiran ratusan peserta dan masyarakat turut mendorong pergerakan ekonomi UMKM seperti pedagang makanan, kerajinan lokal, hingga penyedia jasa transportasi. Hal ini membuktikan bahwa pengembangan pariwisata tidak harus dilakukan melalui proyek besar, tetapi dapat dimulai dengan menciptakan ruang aktivitas yang produktif dan terjangkau bagi masyarakat.
Selain itu, kegiatan literasi dan Mini Soccer yang digelar di ruang terbuka ini memperluas makna pariwisata sebagai ruang pembelajaran sosial yang berkelanjutan. Abudenok menjadi laboratorium sosial tempat anak-anak belajar disiplin, kreativitas, sportivitas, sekaligus menikmati rekreasi alam.
Di tengah maraknya ketergantungan anak-anak terhadap aplikasi permainan digital, kegiatan ini memberi alternatif yang lebih sehat melalui permainan fisik dan aktivitas membaca. Anak-anak diajak untuk berinteraksi secara langsung, berkompetisi secara sportif, dan membangun relasi sosial yang tidak didapat dari layar ponsel.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
