Karena itu, kehadiran guru relawan yang ditempatkan di sekolah tersebut dinilai menjadi solusi cepat dan efektif untuk membantu peningkatan kualitas pendidikan anak-anak di wilayah tersebut, terutama dalam penguatan kemampuan literasi dan numerasi dasar.
Ia menyebut pola pendampingan yang dilakukan CT Arsa Foundation mulai menunjukkan hasil positif di sejumlah wilayah dampingan. Salah satunya di Lelogama yang kini mulai dipertimbangkan sebagai daerah percontohan pengembangan pendidikan berbasis pendampingan komunitas.
“Program di Lelogama menunjukkan perkembangan yang baik dan berpotensi diterapkan di wilayah lain,” katanya.
Menurut Aurum, tantangan terbesar pendidikan di Kabupaten Kupang bukan hanya soal fasilitas sekolah, tetapi juga kondisi geografis yang berat.
Wilayah pegunungan, pesisir, dan lembah membuat akses menuju sekolah di sejumlah dusun masih sangat sulit dijangkau.
Bahkan di beberapa kawasan terpencil, anak-anak harus berjalan kaki hingga empat kilometer setiap hari demi bisa mengikuti proses belajar mengajar di sekolah.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
