Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Beasiswa Doktor PDI 2026: Jalan Panjang Mencetak Dosen Unggul dan Mengurangi Ketimpangan Mutu Perguruan Tinggi

beasiswa-doktor-pdi-2026-jalan-panjang-mencetak-dosen-unggul-dan-mengurangi-ketimpangan-mutu-perguruan-tinggi

Selain memperkenalkan skema yang lebih adaptif terhadap kebutuhan zaman, tahun ini Kemdiktisaintek juga melakukan penyempurnaan sistem seleksi melalui penerapan Tes Bakat Skolastik (TBS). Instrumen baru tersebut dirancang untuk mengukur kemampuan berpikir kritis, analitis, dan pemecahan masalah secara lebih objektif.

Plt. Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi, Prof. Sandro Mihradi, menegaskan bahwa pendidikan doktoral bukan sekadar melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Program doktor menuntut kemampuan akademik yang kuat, kedisiplinan tinggi, serta kapasitas berpikir yang matang untuk menghasilkan penelitian yang memberikan kontribusi nyata bagi ilmu pengetahuan dan masyarakat.

Karena itu, penerapan TBS dapat dipahami sebagai upaya meningkatkan kualitas penerima beasiswa. Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap dosen yang memperoleh dukungan negara benar-benar memiliki kesiapan untuk menyelesaikan studi tepat waktu dan menghasilkan karya akademik yang berkualitas.

Baca Juga :  Tak Sekadar Lulus, 66 Siswa SMA Negeri Oeleu Cetak Sejarah Lewat Karya Ilmiah
  • Bagikan