Ia mengajak seluruh guru dan panitia MPLS untuk melaksanakan kegiatan secara edukatif, menyenangkan, inklusif, ramah anak, serta bebas dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun diskriminasi.
“Sambutlah setiap peserta didik sebagai pribadi yang unik dan memiliki hak memperoleh pendidikan yang bermutu dalam lingkungan yang aman dan penuh kasih,” pesannya.
Kepada para orang tua, Apris mengajak untuk terus membangun komunikasi yang baik dengan pihak sekolah. Menurutnya, pendidikan yang berkualitas tidak dapat dibangun hanya oleh sekolah, tetapi membutuhkan sinergi yang erat antara keluarga, sekolah, gereja, dan pemerintah.
“Dengan kebersamaan itulah kita dapat melahirkan generasi Timor Tengah Selatan yang berkarakter, cerdas, sehat, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan melalui peningkatan kualitas guru, penyediaan sarana dan prasarana pendidikan, serta penguatan budaya belajar yang berpihak kepada peserta didik.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
