Yosef Lede juga menyoroti pentingnya kualitas guru sebagai fondasi kemajuan siswa. Ia mendorong agar di masa depan, kompetisi serupa juga digelar bagi para pendidik.
“Kalau gurunya berkualitas, murid pun pasti berkualitas. Pendidikan unggul harus dimulai dari ruang kelas yang inspiratif,” tambahnya.
Selain itu, ia menggarisbawahi pentingnya perhatian pada literasi dan numerasi. Meski capaian rapor pendidikan Kabupaten Kupang naik dari 53,73% (2023) ke 65,29% (2024), Yos menilai itu belum cukup. Ia memerintahkan agar seluruh SD dan SMP – sebanyak 538 satuan pendidikan – bergerak serempak untuk mencapai Gerakan Tuntas Baca.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Eliazer Teuf, mengapresiasi penuh inisiatif Bupati. Menurutnya, kompetisi ini adalah bagian dari lompatan besar di awal kepemimpinan Yosef Lede.
“Kami harap anak-anak Kupang tidak hanya bersaing di tingkat provinsi, tapi juga bisa sampai ke tingkat nasional, bahkan internasional,” ujar Teuf dengan optimisme.
Kompetisi ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, 28–29 April 2025, dan para pemenang akan diumumkan pada puncak peringatan Hardiknas, tanggal 2 Mei 2025, di halaman Kantor Bupati Kupang.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









