Bupati TTS dan Ketua Sinode GMIT Satukan Langkah Bangun Pendidikan Kristen yang Mandiri dan Berkualitas

Kontributor : L.A Editor: Redaksi
10e2ebf4 5610 4634 abda c64ba7f7b961

Ia mencontohkan sejumlah sekolah GMIT di daerah minoritas seperti Ende, Timor Tengah Utara, Alor, Rote, dan Sabu Raijua yang mampu menunjukkan prestasi membanggakan. Bahkan, beberapa yayasan pendidikan telah berhasil membangun kemandirian dalam pembiayaan operasional sekolah.

“Ini membuktikan bahwa jika dikelola dengan baik, sekolah-sekolah kita mampu berkembang dan memperoleh kepercayaan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Pdt. Samuel, kualitas peserta didik sangat ditentukan oleh kualitas guru.

“Kalau anak-anak kita hebat, itu adalah cerminan dari guru-gurunya. Karena itu peningkatan kapasitas guru harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan komitmen Sinode GMIT agar pada tahun 2028 sekolah-sekolah GMIT semakin mandiri, baik dari sisi tata kelola maupun pembiayaan, sehingga siap menghadapi sistem sentralisasi pengelolaan sekolah.

“Kita ingin pada tahun 2028 sekolah-sekolah GMIT semakin mandiri. Ke depan, GMIT tidak hanya mampu membiayai pelayanan gereja, tetapi juga mampu memperhatikan kesejahteraan para guru. Pendidikan harus menjadi kekuatan pelayanan gereja,” katanya.

  • Bagikan
Exit mobile version