Ia mengimbau agar setiap satuan pendidikan tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga memberikan perhatian serius terhadap pembentukan karakter, perlindungan anak, serta terciptanya suasana belajar yang aman dan menyenangkan.
Yunus juga menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan tidak boleh lagi mendapat tempat di lingkungan sekolah, terutama di lingkungan pendidikan GMIT. Baginya, sekolah harus menjadi ruang yang menumbuhkan kasih, persaudaraan, kepedulian, dan penghargaan terhadap sesama.
Ia berharap terobosan yang dilakukan SD GMIT Soe II dapat menginspirasi sekolah-sekolah lain untuk melakukan langkah serupa demi mewujudkan dunia pendidikan yang lebih baik.
Pada kesempatan yang sama, Kepala SD GMIT Soe II, Yusak Neolaka, S.Pd., dalam laporan panitia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian sekolah terhadap pentingnya membangun hubungan yang harmonis di antara para murid.
Ia menjelaskan bahwa salah satu tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran dan pemahaman murid agar senantiasa saling menghargai, menghormati perbedaan, serta menjauhi segala bentuk tindakan perundungan di lingkungan sekolah.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
