Dari Absen Digital hingga Gerakan Menulis Esai, Apris Manafe Berupaya Mengubah Wajah Pendidikan di TTS

Kontributor : L.A Editor: Redaksi
IMG 20260704 WA0012

Dengan menulis, kepala sekolah tidak hanya menyampaikan persoalan, tetapi juga belajar menyusun solusi, melakukan refleksi terhadap kepemimpinannya, serta merancang langkah-langkah perbaikan yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.

Perubahan Dimulai dari Hal Sederhana

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

Berbagai kebijakan tersebut mendapat respons positif dari kalangan kepala sekolah maupun guru. Mereka menilai perubahan yang dibangun tidak sekadar menciptakan kedisiplinan, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab, meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan, dan memperkuat kepemimpinan kepala sekolah.

Banyak yang menyadari bahwa ketika guru hadir tepat waktu, peserta didik memperoleh haknya untuk belajar sejak jam pertama. Ketika kepala sekolah memahami persoalan sekolah melalui tulisan, kebijakan yang lahir pun menjadi lebih terarah dan tepat sasaran.

Perubahan besar memang tidak selalu lahir dari program yang rumit atau anggaran yang besar. Di Kabupaten Timor Tengah Selatan, transformasi pendidikan justru dimulai dari perubahan cara berpikir dan kebiasaan sehari-hari.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten
Baca Juga :  Mahasiswa Undana Tembus P2MW Nasional 2026: Dari Peta Digital hingga Kompiang Kelor untuk Masa Depan NTT
  • Bagikan