Dari Kampus ke Garis Depan Bencana, Undana Jadikan Misi Kemanusiaan sebagai Laboratorium Pengabdian

dari-kampus-ke-garis-depan-bencana-undana-jadikan-misi-kemanusiaan-sebagai-laboratorium-pengabdian
Dari Kampus ke Garis Depan Bencana, Undana Jadikan Misi Kemanusiaan sebagai Laboratorium Pengabdian

Vento Taneo dari Menwa Undana mengatakan tim ingin memberikan bantuan fisik sekaligus dukungan moral kepada masyarakat terdampak.

Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat dapat menjadi pesan bahwa korban bencana tidak sendirian menghadapi masa sulit.

Dukungan moral menjadi penting karena pemulihan pascabencana bukan hanya perkara membangun kembali rumah atau menyediakan kebutuhan pokok.

Masyarakat juga membutuhkan rasa aman, dukungan sosial dan keyakinan bahwa kehidupan dapat kembali berjalan.

Kampus sebagai Bagian dari Sistem Kemanusiaan

Keputusan Undana mengirim tim kemanusiaan memperlihatkan bagaimana perguruan tinggi dapat mengambil posisi strategis dalam penanganan bencana.

Kampus memiliki sumber daya manusia dari berbagai disiplin ilmu. Ada dosen, mahasiswa, tenaga kesehatan, peneliti hingga organisasi kemahasiswaan yang dapat digerakkan sesuai kebutuhan.

Potensi tersebut menjadi modal penting dalam menghadapi bencana yang membutuhkan respons lintas bidang.

Dr. Rudi Rohi juga melihat bencana sebagai momentum pembelajaran bagi sivitas akademika untuk memahami mitigasi dan antisipasi risiko bencana.

  • Bagikan
Exit mobile version