Saat ini, menurut Clarce, telah ada empat produk awal yang dihasilkan melalui kolaborasi dosen, mahasiswa, dan masyarakat.
Jumlah tersebut menjadi modal awal bagi pengembangan inkubator.
Namun, targetnya tidak berhenti pada produk yang dihasilkan di lingkungan FEB.
Inkubator bisnis tersebut dirancang terbuka bagi fakultas lain yang memiliki potensi produk unggulan.
Clarce mengatakan pihaknya akan mengundang fakultas-fakultas lain untuk berkolaborasi, termasuk program studi yang berkaitan dengan tenun ikat dan berbagai potensi lokal NTT.
Dengan pendekatan tersebut, inkubator dapat menjadi ruang lintas disiplin.
Mahasiswa ekonomi dapat mengembangkan aspek bisnis dan pemasaran, sementara mahasiswa dari bidang lain dapat menyumbangkan inovasi produk, teknologi, desain, atau pengetahuan sesuai bidangnya.
Terbuka untuk Mahasiswa, Alumni, dan UMKM
Inkubator Bisnis FEB juga tidak hanya diperuntukkan bagi mahasiswa aktif.
Menurut Clarce, fasilitas tersebut terbuka bagi mahasiswa, alumni, hingga pelaku UMKM masyarakat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








