Menurutnya, capaian tersebut menjadi indikator bahwa pendidikan vokasi dapat menjadi jalan bagi generasi muda untuk membangun kemandirian ekonomi sejak usia sekolah.
Lebih jauh, pihak sekolah berkomitmen memperkuat unit produksi agar para peserta didik semakin siap menghadapi dunia kerja maupun menjadi pelaku usaha muda di bidang agribisnis.
“Anak-anak kami sudah dibekali cara bertani dan beternak yang baik, mulai dari proses produksi hingga pengolahan hasil. Karena itu kami optimistis lulusan SMK Negeri Polen tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi siap menjadi wirausahawan muda,” tambahnya.
Keikutsertaan SMK Negeri Polen dalam Gebyar SMK TTS tahun ini menjadi gambaran bahwa sekolah kejuruan di daerah tidak kalah inovatif dalam melahirkan sumber daya manusia produktif.
Melalui kombinasi antara keterampilan vokasi, penguatan kewirausahaan, dan budaya literasi, SMK Negeri Polen menunjukkan bahwa pendidikan kejuruan mampu melahirkan generasi muda yang terampil, kreatif, dan siap bersaing.
Bagi para orang tua yang menginginkan anak-anaknya memiliki keterampilan hidup sekaligus peluang usaha sejak dini, SMK Negeri Polen hadir sebagai salah satu pilihan pendidikan yang layak dipertimbangkan di Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
