Karena itu, pembentukan mahasiswa tidak dapat hanya berfokus pada kemampuan intelektual. Kampus juga perlu membangun lingkungan yang mendorong mahasiswa mengenali dirinya, mampu mencari bantuan ketika menghadapi persoalan, dan saling menghargai.
Perhatian terhadap kesehatan mental menjadi bagian penting dari upaya membangun kehidupan akademik yang sehat.
Kebanggaan Menjadi Bagian dari Undana
Bagi Herliani Sarlota Tameno, mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, PKKMB memberikan kesempatan untuk mengenal Undana lebih dekat.
Ia mengaku bangga menjadi bagian dari perguruan tinggi terbesar di Nusa Tenggara Timur.
Rasa memiliki semacam ini penting dalam kehidupan kampus.
Universitas tidak hanya dibangun oleh kebijakan pimpinan dan infrastruktur. Kampus juga dibentuk oleh mahasiswa yang merasa menjadi bagian dari komunitas akademik.
Dari rasa memiliki kemudian tumbuh tanggung jawab.
Mahasiswa bukan sekadar pengguna layanan pendidikan. Mereka adalah bagian dari civitas akademika yang ikut menentukan budaya kampus melalui sikap dan aktivitasnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








