Dari Spirit Idul Adha di Undana Menuju Gerakan Sosial dan Ketahanan Pangan untuk NTT

dari-spirit-idul-adha-di-undana-menuju-gerakan-sosial-dan-ketahanan-pangan-untuk-ntt
Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri Samuel Bale, S.T., M.Eng., saat menyerahkan daging Qurban

Dalam sambutannya, Prof. Jefri menegaskan bahwa keberagaman yang ada di kampus harus dipandang sebagai kekuatan bersama. Kegiatan kurban menjadi ruang pembelajaran yang mengajarkan nilai keikhlasan, pengorbanan, dan persaudaraan lintas perbedaan.

Pesan tersebut memiliki makna penting dalam konteks kehidupan kampus yang dihuni mahasiswa dari berbagai latar belakang agama, budaya, dan daerah. Kurban tidak hanya menjadi ritual umat Islam, tetapi juga menjadi sarana membangun solidaritas sosial yang dapat dirasakan seluruh sivitas akademika.

Pendekatan seperti ini sejalan dengan semangat moderasi beragama yang terus didorong di lingkungan pendidikan tinggi Indonesia. Nilai universal berupa kepedulian terhadap sesama menjadi titik temu yang memperkuat harmoni sosial di tengah keberagaman.

Ketua UKM Kerohanian Islam Undana, Susi S. Qodratillah, mengungkapkan rasa syukur atas terlaksananya program tersebut. Ia berharap kegiatan yang baru pertama kali digelar ini dapat menjadi agenda tahunan yang terus berkembang dan memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Distribusi Tepat Sasaran untuk Kelompok Rentan

Esensi utama ibadah kurban adalah berbagi kepada mereka yang membutuhkan. Karena itu, panitia merancang sistem distribusi yang menyasar kelompok-kelompok yang selama ini memiliki kontribusi penting terhadap kehidupan kampus maupun masyarakat sekitar.

  • Bagikan
Exit mobile version