“Pendidikan inklusif sangat penting karena memberikan hak dan kesempatan belajar yang setara bagi semua anak, termasuk anak berkebutuhan khusus, di lingkungan sekolah reguler yang sama. Melalui pendekatan ini, sekolah menyesuaikan metode pengajaran dan fasilitas agar tidak ada anak yang terisolasi atau mengalami diskriminasi,” jelas Eni Martina.
Ia menambahkan bahwa implementasi pendidikan inklusif membutuhkan kesiapan bersama antara guru, kepala sekolah, orang tua, pemerintah daerah, serta masyarakat untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan seluruh peserta didik.
Senada dengan hal tersebut, Basilius Bengoteku selaku Coordinator Ecosystem Program INOVASI Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menekankan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mewujudkan pendidikan inklusif yang berkualitas.
Menurut Basilius, keberhasilan pendidikan inklusif tidak dapat berjalan optimal apabila hanya menjadi tanggung jawab sekolah atau pemerintah semata, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif berbagai pemangku kepentingan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
