Adapun tema artikel yang diangkat meliputi membangun budaya literasi di lingkungan sekolah serta bijak bermedia sosial bagi satuan pendidikan. Sementara untuk video konten, tema yang didorong antara lain cyber sehat dan pembatasan penggunaan handphone.
Disdikbud NTT menegaskan bahwa artikel dapat ditulis oleh guru, tenaga kependidikan maupun peserta didik dengan menggunakan bahasa yang baik, santun, dan mudah dipahami. Selain itu, karya yang dikirim harus merupakan karya asli dan belum pernah dipublikasikan sebelumnya.
Setiap sekolah diharapkan mengirimkan minimal satu artikel melalui platform yang telah disediakan oleh Disdikbud NTT sebagai bagian dari penguatan gerakan literasi sekolah.
Melalui kegiatan ini, Disdikbud NTT berharap tumbuh semangat membaca, menulis, berpikir kritis, serta budaya literasi yang berkelanjutan di lingkungan sekolah.
Langkah ini dinilai sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga penguatan karakter, kreativitas, dan kecakapan literasi digital peserta didik di era perkembangan teknologi informasi.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
