Menurutnya, pengembangan ekosistem literasi di sekolah membutuhkan kerja sama dan keterlibatan berbagai pihak. Sekolah tidak bisa berjalan sendiri, tetapi perlu membuka ruang kolaborasi dengan komunitas, lembaga, serta berbagai mitra yang memiliki perhatian terhadap pengembangan pendidikan dan literasi.
“Kami menyadari bahwa dalam upaya membangun dan meningkatkan ekosistem literasi di sekolah, pihak sekolah tidak bisa bergerak sendiri. Karena itu, kami terus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, baik Forum TBM Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nyalanesia, maupun berbagai mitra pendidikan lainnya. Kami percaya bahwa melalui kolaborasi, upaya meningkatkan kualitas literasi di sekolah dapat berjalan lebih baik,” ungkap Kainan.
Ia juga berharap kegiatan pendampingan tersebut dapat menjadi pemantik semangat belajar bagi para murid, terutama dalam mengembangkan kemampuan membaca, menulis, berpikir kritis, dan berani mengungkapkan gagasan melalui karya tulis.
Kainan menilai, kemampuan menulis tidak hanya penting untuk kepentingan akademik, tetapi juga menjadi sarana bagi murid untuk mengekspresikan ide, pengalaman, serta potensi diri. Karena itu, kegiatan semacam ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda sesaat, tetapi dapat menjadi bagian dari gerakan literasi yang terus tumbuh di sekolah.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








