Ia berharap seluruh guru dapat mengimplementasikan materi yang diperoleh selama pendampingan ke dalam proses pembelajaran di kelas sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para murid.
Nikanor juga mengaku kegiatan tersebut menjadi pengalaman baru bagi murid-murid SD Inpres Noelaku.
“Ini merupakan pengalaman pertama bagi anak-anak kami mendapatkan pendampingan menulis secara langsung. Mereka sangat antusias mengikuti setiap sesi. Selama ini kegiatan menulis belum berjalan secara maksimal, sehingga melalui pendampingan ini mereka mulai belajar menuangkan ide dan pikirannya dalam bentuk tulisan sederhana,” katanya.
Lebih lanjut, ia berharap kolaborasi antara SD Inpres Noelaku dengan Forum TBM Kabupaten TTS dapat terus berlanjut sebagai bagian dari upaya membangun budaya literasi yang berkelanjutan di sekolah.
“Kami melihat banyak manfaat yang diperoleh dari kegiatan ini. Materi yang diberikan sangat menarik, aplikatif, dan membantu guru dalam menentukan langkah-langkah pendampingan yang tepat kepada murid. Karena itu kami berharap kerja sama ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi dapat terus berlanjut pada program-program berikutnya,” tambahnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
