“Para peserta didik SMK ini adalah tangan-tangan terampil masa depan yang akan mengelola potensi daerah agar memiliki nilai tambah secara ekonomi,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya penerapan “link and match” antara dunia pendidikan dengan potensi lokal di TTS, sehingga inovasi yang dihasilkan SMK benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, terutama petani, peternak, dan pengrajin.
Linda Fobia mendorong agar SMK mampu menghadirkan inovasi yang berdampak langsung pada peningkatan nilai ekonomi masyarakat serta memperkuat daya saing produk lokal.
Selain itu, ia juga mengajak agar seluruh SMK memperkuat jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) bagi peserta didik, agar tidak hanya menjadi pencari kerja tetapi juga pencipta lapangan kerja.
“Perkembangan dunia saat ini menuntut kita tidak hanya bergantung pada ketersediaan lapangan kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha baru,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan harapan agar program One School One Product (OSOP) dan NTT Mart by OSOP dapat terus dimanfaatkan untuk memperluas pemasaran produk SMK hingga ke tingkat nasional.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
